Disdik Cimahi Mempunyai Alat Ukur Raport Kualitas Pendidikan

699b53b8 C650 44c0 8a10 4f9c3f5aac0c

KBRN, Cimahi : Sekertaris Dinas Pendidikan (Sekdis) Kota Cimahi Heni Tishaeni mengatakan program yang di laksanakan oleh Dinas Pendidikan Kota Cimahi terutama pada momentum Peringatan Hari Pendidikan Nasional selaras dengan program dari Kementrian.

“Merdeka belajar sebagai Platform pendidikan yang di selenggarakan oleh Pemerintah Kota Cimahi dengan Episode yang berjumlah 26 episode dan salah satunya yaitu Guru penggerak,” kata Heni kepada RRI, Kamis (2/5/2024).

Menurut Heni, perkembangan dan kemajuan pendidikan di Kota Cimahi, memiliki alat ukur berupa Raport pendidikan yang berisi potret dan pemetaan kualitas pendidikan.

“Saat ini kami sudah masuk kategori Tuntas Madya dengan Kualitas Literasi dan Numerasi juga termasuk tinggi untuk di Jawa Barat, Tetapi tentunya masih ada beberapa yang mesti di perbaiki baik dari aspek belajar maupun penguatan pendidikan karakter,” ucapnya.

Heni Menambahkan dengan adanya penambahan pengajar (Guru) Pegawai dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang berjumlah 365 orang, dan nanti kemungkinan akan ditambah lagi tinggal mengikuti arahan dari Menteri Pendidikan.

Menjadi kabar yang baik karena melihat banyak angka Pensiun Guru pertahunnya di angka 150 sampai 200 orang,  berbanding terbalik dengan penerimaan menjadi guru yang tidak bisa lakukan tiap tahun jadi kekosongan itu kami tutup dengan tenaga non PNS.

“Di Kota Cimahi ada sekitar 118 Sekolah Dasar (SD), kemudian Sekolah Menengah Pertama (SMP) berjumlah 47 dan ini sudah termasuk Negeri dan Swasta,” terangnya.

Kendati demikian, Heni mengakui adanya kendala yaitu penyamaan persepsi terhadap pemahaman Merdeka Belajar yang meliputi pemanfaatan Teknologi Informasi di kalangan guru guru. 

Kemudian tantangan Sarana dan Prasarana serta SDM yang kurang memadai di karenakan ada stigma dari masyarakat yang terbiasa memfokuskan pada Sekolah favorit, dan itu juga menjadi tantangan tersendiri untuk Dinas Pendidikan Kota Cimahi.

Scroll to Top